Senin, 06 Juni 2016

Print Friendly and PDF

PERSEMAIAN CABAI

Cabai masih menjadi salah satu pilihan utama petani dalam bercocok tanam.berbagai perbaikan dalam hal budidaya masih terus dilakukan oleh para petani demi memperoleh hasil panen yang optimal.

1. Klasifikasi Cabai
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Fimili : Solanaceae
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum anum (cabai besar), Capsicum frutescens (Cabai Kecil), Capsicum chinese.

2. Cara memilih benih Cabai
Sebaiknya gunakan benih yang bersertifikat dan hindari benih yang kadaluwarsa, berikut cara memilih mutu benih yang baik :

Mutu Fisik
Penampilan benih bersih, warnanya terang dan mengkilap, tidak cacat, bernas dan ukurannya bernas
Mutu Fisiologis
Daya kecambah tinggi. Idealnya 85 - 90 %
Mutu Genetik
Keseragaman benih tinggi, berdasrkan kemurnian genetik dan standar hibridisasi dari jenis atau varietas yang digunakan


3. Perlakuan Benih sebelum persemaian
Sebelum disemai, benih sebaiknya direndam dalam larutan fungisida,bakterisida dan  Atonik dosis 1 g/l air dan rendamlah benih dengan air hangat kuku, bila ada biji yang terapung sebaiknya dibuang dan gunakanlah yang tenggelam, Selanjutnya, bungkus benih dengan kain lembap (basah) sekitar 12-24 jam dan benih siap disemai.

4. Media Semai
Sebaiknya media persemaian gunakanlah campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1 karena campuran tersebut  miliki tekstur remah, halus, tidak mudah memadat dan kaya bahan organik, atau bisa juga menggunakan campuran cocopeat, arang sekam tanah dan pupuk kandang. Atau bisa juga dengan perbandingan 2 ember : 1 ember  tanah merah dan pupuk kandang yang sudah matang yang sudah diayak, tambahkan pula 150 g TSP, 80 g NPK, serta 75 g Pestisida ( bisa menggunakan Furadan, Pertofur, Indofuran ataupun Curater )

5. Wadah Semai
Gambar : Tray
Pada dasarnya untuk wadah semai dapat berupa apa saja yang penting dapat menampung media semai dengan baik dan dibagian dasrnya berlubang sebagai tempat keluarnya air, Jika menggunakan wadah semai plastik gunakanlah polibag ukuran 12 cm x 8 cm penanaman biji cabai dibantu dengan membuat lubang kecil sedalam 0,5 cm dan biji ditutup dengan pupuk kandang halus begitupun jika menggunakan wadah semai berupa Tray


6. Langkah – langkah persemaian
Untuk persemaian buatlah bedengan dengan lebar 120 cm dan panjangnya sesuai dengan keadaan dilapangan dengan tinggi bedengan 15-20 cm dan arahkan bedengan dari utara ke selatan, untuk areal seluas 1 hektar diperlukan bedengan seluas 100 – 200 m2 dengan kebutuhan benih antara 250-500 g/ha.

Untuk menghindari hama dan penyakit serta mempertahankan kelembapan bedengan tempat polibag dapat diletakan dalam sungkup plastik bening sampai benih berubah menjadi bibit atau setidaknya bibit memiliki 2 helai daun.

7. Pemeliharaan bibit
  • Secara normal benih yang sudah disemai mulai berkecambah setelah tujuh hari, lakukan penyulaman jika ada banih yang tidak tumbuh.
  • Lakukan penyiraman secara rutin minimal sehari sekali atau jika diperlukan.
  • Pemupukan bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan pupuk daun pada saat tanaman berumur 10-15 HSS dengan dosis 1 g/l dan larutan NPK disiramkan pada umur 20 - 25 HSS dangan konsentrasi 3 g/l air.
  • Bibit bisa ditanam sekitar 5-6 minggu, memiliki 6-8 helai daun atau tingginya sudah mencapai 10 – 15 cm.

8. Pestisida Untuk Bibit
Dosis pestisida yang digunakan untuk bibit tidaklah sama dengan dosis tanaman dewasa, dosis yang digunakan sebaiknya sepertiga atau setngah dari dosis yang tertera pada kemasan. Jika dosis yang digunakan sama dengan dosis dewasa maka bibit terlihat  rusak terbakar.

Penyemprotan dilakukan 2-3 hari sebelum penanaman dilapangan, gunakanlah pestisida yang sesuai dangan gejala serangan.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.