Rabu, 16 Mei 2018

Print Friendly and PDF

PEDOMAN LENGKAP TEKNIS BUDIDAYA CABE TANAM CABAI

A. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CABE

Dalam pembudidayaan cabe, perlu ketrampilan dan pengalaman lapangan yang memadai. Pemilihan varietas sangat penting untuk menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar.

Tahap awal budidaya cabe adalah membuat persemaian guna menyiapkan bibit tanaman yang sehat, kuat dan seragam sebagai bahan tanam di lapangan. Media semai yang dipergunakan hendaknya mempunyai struktur yang remah, tidak menahan air dan cukup nutrisi. Bahan yang dapat digunakan adalah campuran kompos, tanah, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Untuk menambahkan nutrisi berikan pupuk NPK grand S-15 sebanyak 80 gram yang telah dihaluskan untuk tiap 3 ember campuran bahan tersebut.

Setelah bahan tercampur, masukkan bahan pada kantung plastik dengan ukuran 8 x 9 cm sampai 90 % penuh, dan buat lubang pembuangan air pada plastik bagian bawah yang telah terisi media.

Atur media pada bedeng semai yang telah disiapkan. Bedeng semai dibuat dengan tinggi 20 – 50 cm dengan lebar 80 – 100 cm dan panjang menyesuaikan kondisi. Arah bedengan diatur membujur utara selatan dengan memberikan atap penutup dari plastic dengan tiang penyangga bagian timur 100 cm dan bagian barat 80 cm atau atap dapat dibuat dengan model ½ lingkaran . Hal ini dimaksudkan agar bibit yang tumbuh cukup mendapatkan sinar matahari sehingga tidak mengalami etiolasi.

Langkah selanjutnya adalah pemeraman benih yang bertujuan untuk mengecambahkan benih. Media pemeraman yang digunakan adalah kain handuk atau 3 – 5 lapis kertas merang yang disemprot dengan larutan fungisida Victory dengan kosentrasi 3 gram / liter. Benih ditaburkan secara merata pada media dan diusahakan tidak menumpuk. Benih yang digunakan sebaiknya benih cabe hibrida yang telah diberi perlakuan pestisida.

Media digulung atau dilipat dan disimpan dalam suhu kamar. Untuk menjaga kelembaban media peram, semprotkan air dengan handspray setiap pagi dan sore. Setelah 4 sampai 7 hari, benih akan mengeluarkan radikula atau calon akar. Dengan bantuan penjepit, benih yang telah mengeluarkan calon akar di tanam pada media semai yang disiram terlebih dahulu

Setiap pagi dan sore persemaian perlu disiram. Untuk mencegah gangguan cendawan, semprot persemaian dengan fungisida Starmyl 25WP dan Victory 80WP secara bergantian dengan konsentrasi 0,5 gram / liter. Untuk mencegah gangguan hama persemaian, semprot dengan insektisida winder 100ec dengan konsentrasi 0,5 cc / liter.

Persemaian juga dapat dilakukan dengan meletakkan benih secara langsung pada media semai tanpa diperam terlebih dahulu.


B. PENGOLAH TANAH

Lahan yang akan dipakai tempat penanaman harus dibersihkan dari segala macam gulma dan akar bekas tanaman lama, agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan untuk menghilangkan tumbuhan yang menjadi inang hama dan penyakit. Apabila lahan banyak ditumbuhi gulma, pembersihannya lebih baik menggunakan Herbisida Sistemik seperti Rambo 480AS dengan dosis 2 sampai 4 liter per Hektar.

Selanjutnya lahan dibajak dan digaru dengan hewan ternak maupun dengan bajak traktor. Pembajakan dan penggaruan bertujuan untuk menggemburkan, memperbaiki aerasi tanah dan untuk menghilangkan OPT yang bersembunyi di tanah.

Buat bedengan dengan ukuran lebar 100 – 110 cm dengan ketinggian bedengan 50 – 60 cm dan lebar parit 50 – 60 cm . Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pengukuran pH tanah juga perlu dilakuan dengan alat pH meter atau dengan kertas lakmus. Untuk menaikkan pH tanah lakukan pengapuran lahan menggunakan dolomint atau kapur gamping dengan dosis 2 – 4 ton/Ha atau 200 – 400 gram / meter persegi tergantung pH tanah yang akan dinaikkan. Pengapuran diberikan pada saat pembajakan atau pada saat pembuatan bedengan bersamaan dengan sebar kompos atau pupuk kandang. Pupuk kandang yang diperlukan adalah 10 sampai 20 ton / Ha atau ½ sampai 1 zak untuk 10 meter panjang bedengan.

Pupuk dasar yang diberikan adalah pupuk NPK grand S-15, 2 kg untuk 10 meter panjang bedengan atau 2 ton / hektar.

Tahap berikutnya adalah pemasangan mulsa plastic hitam perak yang berguna untuk menekan perkembangbiakan hama dan penyakit, pertumbuhan gulma, mengurangi penguapan, mencegah erosi tanah, mempertahankan struktur, suhu dan kelembaban tanah serta dapat mencegah terjadinya pencucian pupuk. Pemasangan mulsa dilakukan dengan cara membentang dan menarik antara dua sisi dengan permukaan perak di bagaian atas. Setiap ujung dan sisi mulsa dikancing dengan pasak.. Agar pemasangan mulsa lebih optimal dan dapat menutup permukaan bedengan dengan baik sebaiknya dilakukan pada siang hari atau saat cuaca panas.


C. TEKNIK PENANAMAN

Jarak tanam yang digunakan adalah 50 – 60 cm jarak antar lubang dan 60 – 70 cm untuk jarak antar barisan dengan pola penanaman model segitiga atau zig-zag.

Pembuatan lubang tanam sedalam 8 sampai 10 cm dilakukan bersamaan dengan pembuatan lubang pada mulsa yang berpedoman pada pola yang dipakai dan sesuai jarak tanam yang dianjurkan .

Pembuatan lubang pada mulsa dapat juga menggunakan system pemanasan dengan menggunakan kaleng dengan diameter kurang lebih 8 – 10 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara menugal tanah sedalam 8 – 10 cm.

Bibit cabe dipersemaian yang telah berumur 15 – 17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun, siap dipindah tanam pada lahan. Semprot bibit dengan fungisida dan insektisida 1 – 3 hari sebelum dipindahtanamkan untuk mencegah serangan penyakit jamur dan hama sesaat setelah pindah tanam

Seleksi dan pengelompokan bibit berdasarkan ukuran besar kecil dan kesehatanya. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pada saat cuaca tidak terlalu panas, dengan cara merobek kantong semai dan diusahakan media tidak pecah dan langsung dimasukkan pada lubang tanam.

Kemudian lakukan pemasangan lanjaran atau ajir, dipasang di samping lubang tanam.


D. PEMELIHARAAN TANAMAN

Setelah tanaman berumur 7 – 14 hst , tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan normal atau mati perlu dilakukan penyulaman dengan bibit yang masih ada di persemaian.

Jika pada lubang tanam tumbuh gulma, maka perlu dilakukan penyiangan dengan cara mencabut . Pengendalian gulma perlu dilakukan pada gulma yang tumbuh di parit dengan menggunakan cangkul atau dengan herbisida Rambo 480AS. Pada saat aplikasi nozelnya perlu diberi sungkup agar semprotan herbisida tidak mengenai tanaman cabe.

Pewiwilan perlu dilakukan pada tunas yang tumbuh pada ketiak yang berada dibawah cabang utama dan bunga pertama yang muncul pada cabang utama. Pewiwilan ini dilakukan agar pertumbuhan vegetatif tanaman dapat optimal.

Pengikatan dilakukan saat tanaman umur 10 – 15 hst dengan mengikatkan batang yang berada dibawah cabang utama dengan tali plastic pada lanjaran atau ajir. Pada saat tanaman berumur 30 – 40 hst, ikat tanaman diatas cabang utama dan ikat juga pada saat pembesaran buah yaitu pada umur 50 -60 hst.


E. PEMUPUKAN SUSULAN

Untuk memacu pertumbuhan tanaman, dianjurkan untuk melakukan pengocoran mulai umur 7 sampai 60 hst dengan NPK Grand S-15 konsentrasi 7 gram per liter sebanyak 250 cc pertanaman dengan interval 7 hari . Setiap pengulangan pengocoran konsentrasi pupuk dinaikkan 2 gram per liter. Pada saat tanaman berumur 30 hst, pemupukan susulan pertama dilakukan dengan memberikan campuran pupuk NPK Grand S-15 150 kg/Ha dan Urea 40 Kg/Ha. Pemupukan dilakukan dengan cara melubangai mulsa dan menugal pada sisi tanaman dengan jarak 15 cm.

Selain tanaman dikocor, dianjurkan juga disemprot dengan pupuk daun Mamigro Super N atau NPK spesial atau dengan Gardena D dengan konsentrasi 2 – 5 gram / liter air mulai umur 7 sampai 30 hst dengan interval pemberian 7 – 15 hari.

Pupuk susulan kedua dilakukan saat tanaman berumur 40 hst dengan memberikan pupuk NPK Grand S-15 300 kg / Ha.

Pada saat tanaman berumur 50 hst, pupuk susulan ke tiga dilakukan dengan memberikan pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 350 kg/Ha. Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, dianjurkan untuk dilakukan penyemprotan dengan pupuk daun Mamigro Super P atau NPK Spesial, Gardena B atau dengan Pupuk Mikro Fitomic . Konsentrasi untuk Fitomic adalah 1,5 – 2,5 cc / liter dengan interval pemberian 10 – 15 hari.

Pemupukan susulan ke empat dilakukan saat tanaman berumur 60 hst. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 200 Kg/Ha.


F. PENGAIRAN

Pengairan dilakukan setiap 7 – 10 hari atau tergantung kondisi lahan dengan cara menggenangi atau leb. Pada waktu pelepasan air dari petak penanaman harus dilakukan dengan pelan agar tidak terjadi pencucian pupuk dari bedeng tanaman.


G. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE

Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah : · Ulat tanah atau Agrotis Ipsilon · Thrips · Ulat grayak atau Spodoptera litura · Lalat buah atau Dacus verugenius · Aphids hijau /kutu daun · Tungau / mite · Nematode puru akar

Ulat Tanah dengan nama latin Agrotis ipsilon, biasa menyerang tanaman cabe yang baru pindah tanam, yaitu dengan cara memotong batang utama tanaman hingga roboh bahkan bisa sampai putus. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan penyemprotan insektisida Turex WP dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 g/liter bergantian dengan insektisida Direct 25ec dengan konsentrasi 0,4 cc/liter atau insentisida Raydok 28ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter sehari sebelum pindah tanam.

Ulat grayak pada tanaman cabe biasa menyerang daun, buah dan tanaman yang masih kecil. Untuk tindakan pengendalian dianjurkan menyemprot pada sore atau malam hari dengan insektisida biologi TurexWP bergantian dengan insektisida Raydok 28ec atau insektisida Direct 25ec.

Lalat buah gejala awalnya adalah buah berlubang kecil, kulit buah menguning dan kalau dibelah biji cabe berwarna coklat kehitaman dan pada akhirnya buah rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan membuat perangkap dengan sexferomon atau dengan penyemprotan insektisida Winder 100EC dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 cc per liter bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan konsentrasi 0,3-0,6 g/liter.

Hama Tungau atau mite menyerang tanaman cabe hingga daun berwarna kemerahan, menggulung ke atas, menebal akhirnya rontok. Untuk penengendalian dan pencegahan semprot dengan akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 ml / liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.

Tanaman yang terserang hama thrips, bunga akan mengering dan rontok. Sedangkan apabila menyerang bagian daun pada daun terdapat bercak keperakan dan menggulung. Jika daun terserang aphids, daun akan menggulung kedalam, keriting, menguning dan rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder 25 WP dengan konsentrasi 100 – 200 gr / 500 liter air / ha atau dengan Winder 100EC 125 – 200 ml / 500 liter air / Ha bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.

Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman. Dan apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.

Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe diantaranya adalah · Rebah semai · Layu Fusarium · Layu bakteri · Antraknose / patek · Busuk Phytophthora · Bercak daun Cercospora · Penyakit Virus

Penyakit anthracnose buah. Gejala awalnya adalah kulit buah akan tampak mengkilap, selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk. Untuk pengendaliannya semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1 sampai 2 g / l air bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 – 2 g / liter air.

Penyakit busuk Phytopthora gejalanya adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan lama kelamaan membusuk. Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabe pada bagian daun, batang maupun buah. Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 – 3 kg / Ha bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentarsi 2 sampai 4 gram / liter dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 – 1 g / liter

Rebah semai ( dumping off ) . Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat dipersemaian. Jamur penyebabnya adalah Phytium sp. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprot fungisida sistemik Starmyl 25WP saat dipersemaian dan saat pindah tanam dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 gram / liter.

Penyakit layu fusarium dan layu bakteri pada tanaman cabe biasanya mulai menyerang tanaman saat fase generatif. Untuk mencegahnya dianjurkan penyiraman Kocide 77WP pada lubang tanam dengan konsentrasi 5 gram / liter / lima tanaman, mulai saat tanaman menjelang berbunga dengan interval 10 sampai 14 hari.

Penyakit bercak daun cabe disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Gejalanya berupa bercak bercincin, berwarna putih pada tengahnya dan coklat kehitaman pada tepinya. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida Kocide 54WDG konsentrasi 1,5 sampai 3 gram / liter bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentrasi 2 sampai 4 gram / liter dengan interval 7 hari.

Penyakit mozaik virus. Saat ini belum ada pestisida yang mampu mengendalikan penyakit mozaik virus ini. Dan sebagai tindakan pencegahan dapat dilakukan pengendalian terhadap hewan pembawa virus tersebut yaitu aphids.

Untuk pencegahan serangan hama penyakit, gunakan benih cabe hibrida yang tahan terhadap serangan hama penyakit dan yang telah diberi perlakuan pestisida. Apabila terjadi serangan atau untuk tujuan pencegahan lakukan aplikasi pestisida sesuai OPT yang menyerang atau sesuai petunjuk petugas penyuluh lapang.


H. PANEN

Pada saat tanaman berumur 75 – 85 hst yang ditandai dengan buahnya yang padat dan warna merah menyala, buah cabe siap dilakukan pemanenan pertama. Umur panen cabe tergantung varietas yang digunakan, lokasi penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman. Tanaman cabe dapat dipanen setiap 2 – 5 hari sekali tergantung dari luas penanaman dan kondisi pasar.Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah beserta tangkainya yang bertujuan agar cabe dapat disimpan lebih lama. Buah cabe yang rusak akibat hama atau penyakit harus tetap di panen agar tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman cabe sehat. Pisahkan buah cabe yang rusak dari buah cabe yang sehat.

Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum terjadi penguapan.


I. PASCA PANEN CABE

Hasil panen yang telah dipisahkan antara cabe yang sehat dan yang rusak, selanjutnya dikumpulkan di tempat yang sejuk atau teduh sehingga cabe tetap segar .

Untuk mendapatkan harga yang lebih baik, hasil panen dikelompokkan berdasarkan standar kualitas permintaan pasar seperti untuk supermarket, pasar lokal maupun pasar eksport.

Setelah buah cabe dikelompokkan berdasarkan kelasnya, maka pengemasan perlu dilakukan untuk melindungi buah cabe dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Kemasan dapat dibuat dari berbagai bahan dengan memberikan ventilasi. Cabe siap didistribusikan ke konsumen yang membutuhkan cabe segar.

Dengan penerapan teknologi budidaya, penangganan pasca panen yang benar dan tepat serta penggunaan benih hibrida yang tahan hama penyakit dapat meningkatkan produksi cabe yang saat ini banyak dibutuhkan.

Hidroponikku PKM HVS 2014

Pertama kali ikut PKM UNS, aku dan kelompokku mengadakan percobaan penanaman sayur dengan cara hidroponik vertikultur, nantinya hasil penanaman hidroponik ini akan diperkenalkan ke masyarakat desa Ngawi, Jawa Timur untuk selanjutnya diadakan pelatihan pembudidayaan sayuran hidroponik vertikultur kepada masyarakat desa tersebut. Apabila pelatihan ini berhasil (Insya Allah), masyarakat desa akan bersama-sama melakukan pembudidayaan sayuran dengan cara tersebut. Tujuannya agar masyarakat dapat membudidayakan tanaman apapun (tidak hanya sayur) tanpa tergantung musim dan dapat dilakukan pemanenan kapanpun kita mau. Budidaya sayuran bertujuan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat akan makanan sehat dan bergizi, sehingga tidak hanya mengkonsumsi karbohidrat saja karena sebagian besar masyarakat Indonesia konsumsi sayuran masih sangat kurang dan kualitas sayur yang terjamin juga masih kurang.

Budidaya secara hidroponik

Hal utama yang menjadi dasar dalam pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik adalah pemberian larutan nutrisi. Pemberian larutan nutrisi yang biasa digunakan yaitu larutan AB mix, yang sudah dikemas oleh pabrik, nantinya diukur menggunakan EC-meter (electro conductivity meter), pH-meter serta waktu pengaliran nutrisi diatur dengan timer yang terhubung dengan pompa.


sumber materi :http://pertanianilmu.blogspot.co.id/

Kamis, 22 September 2016

Print Friendly and PDF

Budidaya Labu Siam


BUDIDAYA TANAMAN LABU SIAM (Sechium edule. L) SECARA ORGANIK

Labu siam (Sechium edule. L) sudah sangat terkenal di indonesia,  labu siam ini banyak memiliki manfaat dari buahnya yang enak untuk dimasak, pucuknya juga baik digunakan sebagai berbagai macam olahan sayuran.


Keunggulan dari budidaya tanaman labu siam secara organik adalah harga jual dari produk ini akan dapat ditingkatkan. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Labu siam selama ini dikatakan mudah tumbuh dimana saja, namun perlu diperhatikan tanpa pengtahuan akan teknik budidaya labu siam maka untuk membudidayakan tanaman labu siam akan sulit. Untuk membudidayakan labu siam secara organik tidak berbeda jauh dengan budidaya tanaman lain secara organik dimana hal yang utama untuk diperhatikan adalah kesesuaian lahan yang akan ditanami labu siam, penggunaan pupuk organik dan pestisida organik. Labu siam sangat sesuai ditanam pada ketinggian 500 - 100 dpl. untuk dibawah 500 dpl pertumbuhan labu siam kurang baik dan memerlukan perawatan ekstra untuk menumbuhkannya. Tanaman labu siam juga menghendaki tanah yang berpasir dan tidak liat.

Penyediaan Bibit Unggul
Pembibitan tanaman labu siam dapat menggunakan buah dari labu siam yang dipanen pada musim sebelumnya, Buah yang digunakan dipastikan buah yang telah tua dan telah tumbuh akar dan tunas. karena karakteristik labu siam adalah akar dan tunas sudah dapat tumbuh walau buah masih tergantung di pohon. Dan pastikan memilih jenis buah dari labu siam yang bekualitas baik. labu siam yang berwarna hijau tua lebih disenangi pasar dan rasanya lebih enak dibandingkan jenis labu siam dengan warna hijau muda. Pada budidaya labu siam secara organik buah yang hendak digunakan bibit harus diambil dari pohon yang organik pula. hal tersebut dilakukan untuk menjamin kualitas produk dan jaminan kepada konsumen.

Pengolahan tanah dan penanaman
Pengolahan tanah pada budidaya tanaman labu siam tidak begitu susah, dengan pengolahan yang sederhana (minimum tilage) labu siam tetap dapat tumbuh dengan baik. tanah yang diolah hanya tanah yang akan ditanamai labu siam saja. Dalam 1 lobang tanam dapat diisi 2 sampai 3 biji labu siam yang bertujuan untuk cadangan saat ada kematian.

Pemupukan dasar pada budidaya labu siam secara organik ini cukup menggunakan 5-8 kg pupuk kandang (kompos) yang sudah matang. pupuk tersebut cukup untuk mensuplai nunsur hara pada fase bembibitan (vegetatif awal labu siam)

Pengairan dan Penyiraman
Tanaman labu siam merupakan tanaman yang cocok ditanam di tanah berpasir dan tegalan jadi tipe pengairan yang dipilih adalah dengan penyiraman. tanaman labu siap tidak membutuhkan air yang banyak maka untuk di daerah dengan kelembaban tinggi penyiraman kadang tidak diperlukan lagi. Untuk melakukan penyiraman agar efektif dapat langsung disiram atau dikocor dengan air yang telah bercampur dengan kompos cair (cara pembuatan kompos cair ada pada artikel sebelumnya) sehingga cara tersebut menghemat biaya kerja petani.

Pemupukan
Pada dasarnya tanaman labu siam merupakan jenis lokal (non hibrida) yang memiliki karakter tidak boros akan pupuk. maka dari itu dalam pemupukan tanaman labu siam dapat dilakukan hanya 1 bulan sekali dengan pupuk tambahan selain pupuk dasar yaitu 10 kg kompos setiap satu bulan dan diberikan pada pangkal utama tanaman labu siam. selain itu untuk meningkatkan produksi tunas dan buah terutama pada musim kemarau dapat dilakukan dengan kocor pupuk organik cair dengan dosis 2 liter per pangkal batang labu siam.

Pengendalian hama dan penyakit
Pada budidaya tanaman labu siam secara organik wajib mengendalikan hama dan penyakit menggunakan bahan-bahan yang bersifat organik. Hama yang sering menyerang labu siam adalah jenis kutu-kutuan dan hama tersebut dapat dikendalikan dengan ekstrak sereh atau ekstrak daun kompre. untuk jenis penyakitn yang sering menyerang adalah jenis busuk batang dan dapat dikendalikan dengan ekstrak daun nimba atau ekstrak daun sirih (dapat juga menggunakan jenis ekstrak daun lain atau kombinasi). Dalam mengendalikan hama dan penyakit secara organik tidak harus kaku seperti menggunakan pestisida kimia. Dari pengalaman perbedaan jenis dan dosis tidak terlalu berpengaruh terhadap tanaman namun berpengaruh terhadap hama dan penyakit, karena pestisida organik bukan bersifat membunuh namun mencegah dan mengusir.

# Pemeliharaan
1. Tambahan dalam melakukan pemeliharaan tanaman labu siam adalah pastikan memasang tiang rambatan dan akan lebih baik lagi jika rambatan berupa para-para sehingga labu siam dapat melilit dan tumbuh pada para-para. fungsi lain dari para-para adalah agar tanaman mendapat sinar yang penuh dan mudah dalam pemanenan. 
2. Pastikan melakukan pemangkasan secara berkala (6 bulan sekali) karena karakteristik tanaman ini akan terus menumbuhkan tunas sehingga dengan tunas yang terlalu banyak dapat mengurangi jumlah buah yang dihasilkan. tips saat melakukan pemangkasan adalah, pemangkasan dapat dilakukan bersamaan dengan panen pucuk muda sehingga pemangkasan sekalian dengan panen pucuk muda yang hendak di jual.
pemangkasan terhadap cabang yang tua dan sudah mati juga wajib dilakukan untuk memberi kesempatan cabang baru untuk tumbuh.
Sapta Usaha Tani

Panen dan Pasca Panen

Pada tahap panen dan pasca panen, disinilah letak keunggulan produk organik. labu siam organik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan labu siam dengan cara konvensional (kimia) labu siam organik memiliki rasa lebih manis, tekstur lebih renyah warna lebih cerah, serat lebih sedikit dan awet disimpan dalam jangka waktu yang lama. Untuk mendapatkan harga yang lebih baik dapat dilakukan pemanenan Baby labu siam. Labu siam baby lebih disukai untuk kalangan hotel dan restoran. Harga labu siam biasa di tingkst petani dapat mencapai 1000 rupiah per dua biji pada musim kering dan langka labu siam. Untuk harga labu siam organik dapat mencapai 2 kali lipat dari harga biasa. memang sampai saat ini belum banyak yang menghargai produk organik, namun peluang itu sudah mulai terbuka lebar terutama di daerah wisata seperti pulai BALI. Jika kita menagkap peluang ini lebih dahulu maka kita akan menguasai pasar tersebut.
Foto-foto diambil oleh team Beras sehat 1. Dr Gede Wijana, I Made Surya Adi Putra, SP, Kelompok tani Pucak Adeng, Angsri Kabupaten Tabanan.

sumber materi :
http://berassehatbali.blogspot.co.id/2015/10/budidaya-tanaman-labu-siam-sechium.html
http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/images/Isi%20poster/MP-20%20Budidaya%20Labu%20Siam.pdf

Download Leflet

Senin, 29 Agustus 2016

Print Friendly and PDF

Simulasi CAT CPNS dari BKN

Bagi yang ingin belajar atau latihan soal CAT CPNS silahkan download disini

Rabu, 15 Juni 2016

Print Friendly and PDF

Kata Mutiara



Masa depan itu bagaikan matahari selalu memberi harapan tapi tidak bisa ditatap.

Terkadang sakit hati itu bisa memberikan kekuatan tapi tak sedikit memberikan kehancuran. lihatlah sesuatu itu dari berbagai sudut pandang sebelum menyesal.

Disetiap perkara besar pasti ada kemungkinan kecil. tetap semangat, waspada dan tetaplah mawas diri

Jangan pernah menyerah sebelum kamu mencoba dan berusaha

Berharap kepada manusia tidaklah salah hanya saja sia-sia.

Tidak ada yang lebih mengerti kita selain diri kita sendiri maka sayangi dan kenalilah dirimu sendiri


Senin, 06 Juni 2016

Print Friendly and PDF

PERSEMAIAN CABAI

Cabai masih menjadi salah satu pilihan utama petani dalam bercocok tanam.berbagai perbaikan dalam hal budidaya masih terus dilakukan oleh para petani demi memperoleh hasil panen yang optimal.

1. Klasifikasi Cabai
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Fimili : Solanaceae
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum anum (cabai besar), Capsicum frutescens (Cabai Kecil), Capsicum chinese.

2. Cara memilih benih Cabai
Sebaiknya gunakan benih yang bersertifikat dan hindari benih yang kadaluwarsa, berikut cara memilih mutu benih yang baik :

Mutu Fisik
Penampilan benih bersih, warnanya terang dan mengkilap, tidak cacat, bernas dan ukurannya bernas
Mutu Fisiologis
Daya kecambah tinggi. Idealnya 85 - 90 %
Mutu Genetik
Keseragaman benih tinggi, berdasrkan kemurnian genetik dan standar hibridisasi dari jenis atau varietas yang digunakan

3. Perlakuan Benih sebelum persemaian
Sebelum disemai, benih sebaiknya direndam dalam larutan fungisida,bakterisida dan  Atonik dosis 1 g/l air dan rendamlah benih dengan air hangat kuku, bila ada biji yang terapung sebaiknya dibuang dan gunakanlah yang tenggelam, Selanjutnya, bungkus benih dengan kain lembap (basah) sekitar 12-24 jam dan benih siap disemai.

4. Media Semai
Sebaiknya media persemaian gunakanlah campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1 karena campuran tersebut  miliki tekstur remah, halus, tidak mudah memadat dan kaya bahan organik, atau bisa juga menggunakan campuran cocopeat, arang sekam tanah dan pupuk kandang. Atau bisa juga dengan perbandingan 2 ember : 1 ember  tanah merah dan pupuk kandang yang sudah matang yang sudah diayak, tambahkan pula 150 g TSP, 80 g NPK, serta 75 g Pestisida ( bisa menggunakan Furadan, Pertofur, Indofuran ataupun Curater )

5. Wadah Semai
Gambar : Tray
Pada dasarnya untuk wadah semai dapat berupa apa saja yang penting dapat menampung media semai dengan baik dan dibagian dasrnya berlubang sebagai tempat keluarnya air, Jika menggunakan wadah semai plastik gunakanlah polibag ukuran 12 cm x 8 cm penanaman biji cabai dibantu dengan membuat lubang kecil sedalam 0,5 cm dan biji ditutup dengan pupuk kandang halus begitupun jika menggunakan wadah semai berupa Tray


6. Langkah – langkah persemaian
Untuk persemaian buatlah bedengan dengan lebar 120 cm dan panjangnya sesuai dengan keadaan dilapangan dengan tinggi bedengan 15-20 cm dan arahkan bedengan dari utara ke selatan, untuk areal seluas 1 hektar diperlukan bedengan seluas 100 – 200 m2 dengan kebutuhan benih antara 250-500 g/ha.

Untuk menghindari hama dan penyakit serta mempertahankan kelembapan bedengan tempat polibag dapat diletakan dalam sungkup plastik bening sampai benih berubah menjadi bibit atau setidaknya bibit memiliki 2 helai daun.

7. Pemeliharaan bibit
  • Secara normal benih yang sudah disemai mulai berkecambah setelah tujuh hari, lakukan penyulaman jika ada banih yang tidak tumbuh.
  • Lakukan penyiraman secara rutin minimal sehari sekali atau jika diperlukan.
  • Pemupukan bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan pupuk daun pada saat tanaman berumur 10-15 HSS dengan dosis 1 g/l dan larutan NPK disiramkan pada umur 20 - 25 HSS dangan konsentrasi 3 g/l air.
  • Bibit bisa ditanam sekitar 5-6 minggu, memiliki 6-8 helai daun atau tingginya sudah mencapai 10 – 15 cm.

8. Pestisida Untuk Bibit
Dosis pestisida yang digunakan untuk bibit tidaklah sama dengan dosis tanaman dewasa, dosis yang digunakan sebaiknya sepertiga atau setngah dari dosis yang tertera pada kemasan. Jika dosis yang digunakan sama dengan dosis dewasa maka bibit terlihat  rusak terbakar.

Penyemprotan dilakukan 2-3 hari sebelum penanaman dilapangan, gunakanlah pestisida yang sesuai dangan gejala serangan.

Rabu, 01 Juni 2016

Print Friendly and PDF

Materi pengelolaan dan penulisan website

Materi pelatihan pengelolaan dan penulisan website PPMKP Ciawi Bogor yang dilaksanakan dari tanggal 22 - 28 mei 2016

1. Fotografer unduh
2. Kebijakan pengembangan web unduh
3. Dari kertas ke digital unduh
4. SEO unduh
5. Social media unduh
6. Viral unduh
7. Website managemen unduh
8. Sistem informasi unduh

Senin, 30 Mei 2016

Print Friendly and PDF

HTML BAGI PEMULA

HTML merupakan singkatan dari HyperText Markup Language adalah script untuk menyusun dokumen-dokumen Web.mendesain HTML berarti melakukan suatu tindakan pemrograman. Namun HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman. Namun HTML hanyalah berisi perintah-perintah yang telah terstruktur berupa tag-tag penyusun. Menuliskan tag-tag HTML tidaklah sebatas hanya memasukkan perintah-perintah tertentu agar HTML kita dapat di akses oleh browser. Mendesain HTML adalah  sebuah seni tersendiri. Homepage yang merupakan implementasi dari HTML adalah refleksi dari orang yang membuatnya. Untuk itu kita perlu mendesainnya dengan baik agar para pengunjung homepage yang kita buat merasa senang dan bermanfaat.
Mendesain HTML dapat dilakukan dengan dua cara:
  1. Menggunakan HTML Editor, seperti Microsoft FrontPage, Adobe Dreamweaver, dan lain-lain.
  2. Dengan cara menuliskan sendiri secara manual satu persatu tag-tag HTML ke dalam dokumen HTML.
Kedua cara diatas memiliki Kelebihan dan kekurangan. Cara pertama kelebihannya adalah HTML Editor merupakan sebuah program yang khusus didesain untuk membuat, melakukan editing bahkan mem-publish ke internet. Dengan kemampuannya menggabungkan kemudahan dan kecanggihan teknologi internet ke dalam dokumen HTML maka cara ini sangat disukai oleh para pemula dan desainer yang tidak ingin belajar lebih mendalam mengenai HTML. Sedangkan cara kedua adalah menuliskan secara manual satu persatu tag-tag HTML. Hal ini sangat disarakan sulit dikarenakan akan memakan tenaga dan waktu ekstra untuk melakukannya, ditambah lagi Anda harus melakukan cara-cara konvensional untuk melihat hasilnya pada web browser. Namun pada cara kedua adalah dasar dari segala bentuk HTML yang akan Anda pelajari, karena dengan cara itulah Anda akan lebih paham mengenai cara kerja dan berbagai perintah yang biasa dipakai pada bahasa HTML.

Untuk Lebih Jelasnya silahkan Unduh : Belajar HTML

Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.