Senin, 30 Mei 2016

Print Friendly and PDF

Serbuan OPT Mengincar Saat La Nina

Hujan yang berkelanjutan saat musim kemarau di satu sisi menguntungkan karena petani bisa terus menanam padi. Tapi di sisi lain juga harus diwaspadai. Pasalnya musim tanam yang berkesinambungan akan meningkatkan perkembangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Karena itu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Pekan Peramalan OPT di Subang, pekan lalu, mengingatkan agar petugas pengendali OPT (POPT) segera mengantisipasi serangan hama dan penyakit. “La Nina yang ditandai dengan hujan berkesinambungan akan membuat musim tanam berlangsung terus menerus. Ini harus diantisipasi karena OPT pun akan berjalan terus,” katanya.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, tahun-tahun sebelumnya luas serangan OPT lebih dari 2% total luas areal tanam. Sedangkan tahun 2015 mencapai 1,3%. Tahun ini Amran menargetkan luas serangan OPT hanya 0,5% dari total luas tanam.

“Tahun lalu, serangan OPT terputus karena ada El Nino. Tahun ini harus lebih ketat dalam mengawasi OPT karena La Nina. Jangan sampai di atas 1%. Jika sudah menyebar, maka serangannya akan makin meluas. Jadi kita harus preventif,” tegasnya.

Amran mencontohkan, satu pasang hama tikus dalam satu musim tanam bisa bertambah menjadi 824 ekor. Jika kemudian tidak diantisipasi, maka populasinya pada musim tanam berikutnya akan semakin besar. “Biaya untuk pengendaliannya akan makin besar. Jadi prinsip pengendalian hama penyakit tanaman itu preventif,” tegasnya.

Sumber: http://tabloidsinartani.com/read-detail/read/serbuan-opt-mengincar-saat-la-nina/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.