Cabai masih menjadi salah satu pilihan utama petani dalam bercocok tanam.berbagai perbaikan dalam hal budidaya masih terus dilakukan oleh para petani demi memperoleh hasil panen yang optimal.
1. Klasifikasi Cabai
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Fimili
: Solanaceae
Genus
: Capsicum
Spesies
: Capsicum anum (cabai besar), Capsicum frutescens (Cabai Kecil), Capsicum chinese.
2. Cara memilih benih Cabai
Sebaiknya gunakan benih yang bersertifikat dan hindari benih yang kadaluwarsa, berikut cara memilih mutu benih yang baik :
Mutu Fisik :
Penampilan benih bersih, warnanya terang dan mengkilap, tidak cacat, bernas dan ukurannya bernas
Mutu Fisiologis :
Daya kecambah tinggi. Idealnya 85 - 90 %
Mutu Genetik :
Keseragaman benih tinggi, berdasrkan kemurnian genetik dan standar hibridisasi dari jenis atau varietas yang digunakan
3. Perlakuan Benih sebelum persemaian
Sebelum
disemai, benih sebaiknya direndam dalam larutan fungisida,bakterisida dan Atonik dosis 1 g/l air dan rendamlah benih
dengan air hangat kuku, bila ada biji yang terapung sebaiknya dibuang dan
gunakanlah yang tenggelam, Selanjutnya, bungkus benih dengan kain lembap
(basah) sekitar 12-24 jam dan benih siap disemai.
4. Media Semai
Sebaiknya
media persemaian gunakanlah campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1
karena campuran tersebut miliki tekstur
remah, halus, tidak mudah memadat dan kaya bahan organik, atau bisa juga
menggunakan campuran cocopeat, arang sekam tanah dan pupuk kandang. Atau bisa juga
dengan perbandingan 2 ember : 1 ember tanah
merah dan pupuk kandang yang sudah matang yang sudah diayak, tambahkan pula 150
g TSP, 80 g NPK, serta 75 g Pestisida ( bisa menggunakan Furadan, Pertofur,
Indofuran ataupun Curater )
5. Wadah Semai
 |
| Gambar : Tray |
Pada
dasarnya untuk wadah semai dapat berupa apa saja yang penting dapat menampung
media semai dengan baik dan dibagian dasrnya berlubang sebagai tempat keluarnya
air, Jika menggunakan wadah semai plastik gunakanlah polibag ukuran 12 cm x 8
cm penanaman biji cabai dibantu dengan membuat lubang kecil sedalam 0,5 cm dan
biji ditutup dengan pupuk kandang halus begitupun jika menggunakan wadah semai
berupa Tray
6. Langkah – langkah persemaian
Untuk persemaian buatlah bedengan dengan lebar 120 cm dan panjangnya sesuai
dengan keadaan dilapangan dengan tinggi bedengan 15-20 cm dan arahkan bedengan dari
utara ke selatan, untuk areal seluas 1 hektar diperlukan bedengan seluas 100 –
200 m2 dengan kebutuhan benih antara 250-500 g/ha.
Untuk
menghindari hama dan penyakit serta mempertahankan kelembapan bedengan tempat
polibag dapat diletakan dalam sungkup plastik bening sampai benih berubah
menjadi bibit atau setidaknya bibit memiliki 2 helai daun.
7. Pemeliharaan bibit
- Secara normal benih yang sudah disemai mulai berkecambah setelah tujuh
hari, lakukan penyulaman jika ada banih yang tidak tumbuh.
- Lakukan penyiraman secara rutin minimal sehari sekali atau jika
diperlukan.
- Pemupukan bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan pupuk daun pada saat
tanaman berumur 10-15 HSS dengan dosis 1 g/l dan larutan NPK disiramkan pada
umur 20 - 25 HSS dangan konsentrasi 3 g/l air.
- Bibit
bisa ditanam sekitar 5-6 minggu, memiliki 6-8 helai daun atau tingginya sudah
mencapai 10 – 15 cm.
8. Pestisida Untuk Bibit
Dosis pestisida yang digunakan untuk bibit tidaklah sama dengan dosis
tanaman dewasa, dosis yang digunakan sebaiknya sepertiga atau setngah dari
dosis yang tertera pada kemasan. Jika dosis yang digunakan sama dengan dosis
dewasa maka bibit terlihat rusak
terbakar.
Penyemprotan
dilakukan 2-3 hari sebelum penanaman dilapangan, gunakanlah pestisida yang
sesuai dangan gejala serangan.