Senin, 30 Mei 2016

Print Friendly and PDF

PADI GOGO

Budidaya Padi Gogo


Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo
Komponen Teknologi PTT Padi Gogo
Komponen utama teknologi dari model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo adalah :

   =>Varietas unggul dengan system mozaik (3-4 varietas per petani)
   =>Benih bermutu dan berlabel
   =>Sistem tanam jajar legowo atau tegel
   =>Pemupukan berimbang dan penambahan bahan organic
   =>Konservasi tanah dan air
   =>Pengelolaan hama secara terpadu
   =>Panen dan pasca panen



Budidaya Padi Gogo Dengan Pendekatan Model PTT Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan dua kali, pengolahan tanah pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah turun hujan pertama, dan pengolahan kedua saat menjelang tanam,
Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul, atau traktor, atau ternak secara disingkal,
Kemudian lahan dibiarkan atau dikelantang,
Apabila sudah turun hujanterus menerus atau kontinyu yang memungkinkan untuk tanam, lahan diolah lagi untuk menghaluskan bongkahan sambil meratakan tanah sampai siap tanam,
Apabila kondisi lahan berlereng sampai bergelombang, setelah pengolahan tanah pertama lakukan pembuatan teras gulud atau perbaikan teras yang rusak (konservasi lahan),
Pada guludan atau bibir teras usahakan menanam tanaman penguat teras berupa rumput unggul dan dapat dikombinasikan dengan tanaman legume pohon, sehingga secara periodic dapat dipangkas untuk pakan ternak,
Pada lahan yang terbuka dan relative datar perlu dibuat bedengan memanjang, dengan lebar bedengan sekitar 5 meter. Antara bedengan dibuat saluran sedalam 20 cm yang berfungsi sebagai saluran drainase. Pembuatan drainase sangat diperlukan, karena bila terjadi hujan terus menerus akan terjadi genangan yang menyebabkan kelembaban tanah yang tinggi yang dapat merangsang munculnya jamur upas yang dapat menyerang padi gogo.



Penanaman

Di lahan kering, kegiatan tanam baru dapat dilakukan bila curah hujan sudah cukup stabil atau curah huja mencapai 60 mm.dekade (10 hari), biasanya dicapai pada akhir bulan Oktober sampai akhir Nopember,
Penanaman benih padi gogo menggunakan alat bantu tugal,
Benih ditanam dengan kedalaman sekitar 5 cm (cukup dalam untuk menghindari dari gangguan semut, dll), kemudian ditutup dengan tanah,
Dianjurkan untuk menanam lebih dari 3 (tiga) varietas padi gogo dan setiap varietas ditanam pada bedengan yang berbeda (system mozaik). Penanaman dengan system mozaik akan mengurangi terjadinya ledakan penyakit blas.
Penanaman sebaiknya menggunakan system tanam jajar legowo (2:1 atau 4:1) dengan jarak tanam 30 x 20 x 10 cm,
Untuk membuat larika system legowo dapat dibantu dengan alat semacam caplak untuk padi sawah yang mempunyai 4 titik/mata berjarak 20 cm dan 30 cm, ditambah 2 titik paku berjarak 6-7 cm, dengan ketinggian tersebut pada saat operasional, alat akan membentuk larikan dengan kedalaman 4-5 cm dan 2 garis paling pinggir sebagai panduan untuk operasional alat selanjutnya,
Bila keadaan lahan tidak datar atau berlereng, sebaiknya pengaturan barisan tanaman harus memotong lereng, agar bila terjadi hujan yang relative tinggi dapat mengurangi terjadinya aliran permukaan yang menyebabkan erosi,
Setelah terbentuk larikan dengan jarak tanam legowo, benih ditanam sebanyak 4-5 butir/lubang, kemudian ditutup dengan tanah.


Pemupukan

Pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah,
Waktu pemupukan menunggu sampai kondisi lahan dalam keadaan lembab. Bila dilakukan dalam kondisi kering, maka kadar air tanah dan yang ada di jaringan tanaman juga akan terserap oleh pupuk yang diberikan. Bila hal itu terjadi dan berlangsung lama akan terjadi plasmolisis dan tanaman akan layu bahkan dapat mematikan tanaman.
Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kehijauan warna daun padi dengan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD),
Secara umum pupuk yang diperlukan untuk padi gogo adalah : 90 kg N/ha (200 kg urea/ha), 36 kg P2O5/ha (100 kg SP36/ha), 60 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha),
Waktu pemupukan adalah : 10-15 hst dengan jenis dan takaran pupuk yang diberikan adalah 50 kg Urea, 100 kg SP 36, dan 100 kg KCl/ha,
Pupuk urea susulan diberikan sesuai BWD.



Pemeliharaan

Untuk mengurangi kerugian akibat dari gangguan hama dan penyakit, perlu dilakukan strategi pengendalian yang terencana, dengan menerapkan konsep pengendalian hama secara terpadu (PHT),
Monitoring secara terjadwal harus dilakukan agar keberadaan hama dan penyakit bias diketahui sejak awal,
Untuk mengurangi penyakit blas (penyakit utama pada padi gogo) gunakan varietas tahan penyakit,
Pengendalian gulma pada pertanaman padi gogo sebaiknya dilakukan lebih awal, yaitu pada umur 10-15 hari setelah tanaman tumbuh atau menjelang pemupukan pertama. Penyiangan kedua dilakukan pada umur 30-45 hari atau menjelang pemupukan susulan pertama,
Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan kored. Sebaiknya ada atau tidak ada gulma tanah tetap dikored, agar sedikit dapat memotong akar tanaman padi yang diharapkan akan menstimulasi pertumbuhan akar baru.


Panen dan Pasca Panen

Panen dapat dilakukan bila sudah melebihi umur masak fisiologis atau lebih dari 95% gabah telah menguning, pada umur 110-130 hari tergantung pada varietas yang ditanam.
Pemanenan VUB biasanya dilakukan dengan system babat bawah, kemudian digebot seperti panen pada padi sawah,
Hasil panen dapat langsung dibawa ke rumah, dan diproses dengan dilakukan penjemuran,
Setelah gabah kering (kadar air 14%), gabah dimasukkan kedalam karung, kemudian disimpan atau dijual.




0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.